Portaltuban.com
Jumat, 21 Desember 2018  12:34

Jelang Tahun Baru, Satgas Pangan Sidak Pasar

Jelang Tahun Baru, Satgas Pangan Sidak Pasar

Portaltuban.com- Satuan Petugas (satgas) pangan Kabupaten Tuban melakukan pemeriksaan dan pengecekan harga bahan pokok di pasar baru Tuban, Kamis (20/12), kemaren.

 

Sejumlah pedagang bahan pokok seperti telur menjadi sasaran pertama inspeksi. Di pasaran harga telur belum menunjukkan kenaikan yang signifikan. Sper- Kg Nya, seperti harga telur bebek Rp. 24 Ribu, harga telur ayam Horn sebesar Rp. 24 Ribu. Untuk harga telur Ayam jawa Rp. 2000 Per-butir. Sedangkan untuk harga telur puyuh Rp. 26 ribu.

 

“Kalau harga telur sementara belum ada kenaikan, paling ya sekitar Rp. 500 . Itu saja tidak semua jenis telur,” ujar Sripah penjual telur di pasar baru itu.

 

Pemeriksaan dilanjutkan ke stand daging. Rombongan Satgas langsung dikomandoi oleh Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono. Nanang secara langsung memeriksa pedagang daging. Dalam sidaknya, harga daging kambing mencapai Rp. 110 ribu per Kg. Untuk harga balungannya Rp. 70 ribu per Kg dan harga jeroannya Rp. 50 ribu per Kg. Nominl ini, menurut pedagang masih terbilang standar dan belum ada kenaikan.

 

Sedangkan untuk kebutuhan beras, juga tidak luput dari pemeriksaan. Setiap Kg nya beras premium senilai Rp. 12 ribu. Harga kebutuhan pokok di pasar baru tuban dinilai masih terpantau kondusif. Pemeriksaan sengaja dilakukan, selain untuk ketahanandan stabilitas nasionalpangan juga menjelang tahun baru dan natal.

 

Adapun untuk kenaikan harga yang terjadi di sebagian bahan pokok seperti cabai, bawang, daging ayam hanya berkisar antara Rp. 1000 hingga Rp. 500 ribu saja. Nominal itu dinilai normatif dan stabil. ” Stabil harganya, saya cek bersama Disperindag, Bulog, Dinkes, UPTD pasar, Dinas Pertanian. Ini bertujuan untuk menjaga kestabilan hatga saja menjelang natal dan tahun baru,” kata Kapolres.

 

Disoal adanya stok bahan baku, pihaknya mengungkapkan bahwa stok pangan turut diperiksa. Seperti beras misalnya. Akan aman hingga masa panen tahun 2019. Sekitar 5000 ton beras masih tersimpan di gudang bulog.

 

Apabila diketemukan adanya pelanggaran dalam penimbunan bahan pokok, pihaknya juga menegaskan tidak segan untuk menindak secara aturan. Bahkan, apabila sudah menuju ke ranah hukum, maka akan ada tindak sangsinya. “Kalau sudah sesui ditemukan pelanggaran kejahatan, maka sesuai pidana hingga cabut perizinan, ” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Agus Wijaya menjelaskan bahwa hasil sidak menunjukkan bahwa harga normal. Stok bahan sembako juga dinilai masih aman hingga tahun depan.

 

“Stok elpiji aman, namun data real ada di pertamina, karena kita hnya diberi data saja. Kita pantau aman dn terkendali. Supali bahn pokok juga lancar tidak ada kendala. Kenaikan kecil di bahn baku itu wajar karena ekonomi hidup ya, ” jelasnya. (afi)