Portaltuban.com
Kamis, 14 Februari 2019  12:00

Edarkan Narkoba, Inawati Dituntut 9 Tahun Penjara

Edarkan Narkoba, Inawati Dituntut 9 Tahun Penjara

Portaltuban.com- Sidang perkara narkoba yang menjerat Inawati (29) warga jalan Tanah Merah Indah II Surabaya kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya. Wanita disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya terkait perkara kepemilikan narkotika jenis Pil Extacy sebanyak (6) enam butir.

 

Persidangan yang beragendakan pembacaan tuntutan ini, dipimpin Ketua Majelis Hakim Dedi Fardiman SH, MH dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) P. Manullang dari Kejari Tanjung Perak, sedangkan untuk terdakwa didampingi tim kuasa hukumnya Arip Budi Prasetijo. SH, dan Drs. Victor A Sinaga, SH, MH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Taruna Surabaya

 

Dalam tuntutannya, Jaksa menuntut kepada terdakwa Inawati sebagaimana yang telah diperbuat oleh terdakwa dalam menyalagunakan narkotika, dengan menjatuhkan tuntutan terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama (9) sembilan tahun dengan denda sebesar Rp 1 miliar serta Subsidair (1) satu tahun kurungan.

 

Atas tuntutan yang dibacakan Jaksa P. Manullang tersebut, tim kuasa hukum terdakwa dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Taruna Surabaya berencana akan lakukan Pledoi (Pembelaan) secara tertulis yang akan dibacakan pada persidangan selanjutnya.

 

Untuk diketahui, perkara ini terjadi bermula pada Kamis 04 Oktober 2018 lalu, dimana petugas kepolisian mendapat informasi terkait adanya penyalagunaan narkoba yang dilakukan oleh terdakwa Inawati.

 

Berbekal informasi tersebut petugas langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa dirumahnya kawasan jalan Tanah Merah Indah II Surabaya. Saat dilakukan penggeledahan petugas mendapatkan barang bukti berupa (2) dua butir Pil Extasy berlogo XTC didalam kartu perdana im3 dan (4) empat butir Pil Extasy berlogo XTC didalam tempat lipstik milik terdakwa.

 

Dari hasil pemeriksaan, terdakwa mengaku mendapat barang tersebut dari Benny Andiyanto (berkas terpisah) dengan cara membeli seharga Rp 2,400,000, menurut pengakuan terdakwa bahwa Pil Extasy tersebut adalah pesanan Suwandriyo (berkas terpisah) dan Sigit Eko Cahyono (berkas terpisah) sedangkan yang (2) dua butir lagi adalah pesanan orang lain.

 

Karena perbuatan terdakwa dianggap tidak mendukung program Pemerintah dalam memberantas narkotika, maka JPU menjerat terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika. (Afi).