Portaltuban.com
Rabu, 30 Oktober 2019  12:17

Polisi Cokok Pelaku Modus Rekrutmen Pertamina

Polisi Cokok Pelaku Modus Rekrutmen Pertamina

http://portaltuban.com - Janji manis akan dipekerjakan menjadi karyawan Pertamina nampaknya hanya isapan jempol belaka bagi 5 warga Desa Pakel, Kecamatan Montong ini. SL, DN, AS, DPS, GPK merupakan korban janji manis rekrutmen pegawai Pertamina.

 

Sebab, lapangan pekerjaan yang sejatinya diuntai manis oleh oknum yang mengaku bisa mempekerjakannya di perusahaan Plat Merah itu hanya angan- angan belaka.

 

Dewasa ini, terjalnya mencari rupiah memang menjadi ladang busuk oleh sebagain orang untuk memuluskan tipuannya. Banyak modus yang dilancarkan untuk perekrutan pegawai. Salah satunya dilakukan oleh oleh Eko Budiono (37), pria asal Kabupaten Blora Jawa Tengah.

 

Untuk melancarkan aksi bejadnya, terduga pelaku menggunakan ormanem dan gaya bak parlemente yang sedang mencari calon pekerja. Id card Pertamina Enggenering Project Cepu (EPC) Gas Processing Facisilty (GPF) Jambaran - Tiung Biru (JTB) PT Rekayasa Industri (Rekin), anak perusahaan PT. Pertamina (Persero) lengkap disandangnya untuk memuluskan modusnya.

 

Seragam pegawai Pertamina juga dipakainya untuk meyakinkan calon sasarannya agar semakin yakin. Bahkan saat ditemui awak media di Mapolres Tuban, terduga pelaku mengaku bahwa dirinya merupakan salah satu Staf Humas Pertamina.

 

Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono membenarkan akan hal tersebut. Dalam mencari mangsanya, pelaku mengenakan pakaian lengkap beserta Id Card pegawai Pertamina. Kemudian mendatangi rumah yang telah menjadi targetnya untuk menawari pekerjaan kepada korban.

 

"Pelaku mengaku sebagai humas Pertamina dan menawari korbannya untuk bekerja di proyek Pertamina," jelas Kapolres saat Press Release di halaman tengah Mapolres Tuban. Rabu, (30/10/2019).

 

Dalam janji manisnya terduga pelaku menggunakan modus dapat membantu memberikan pekerjaan kepada korban di Pertamina, dengan syarat harus membayar sejumlah uang kepada pelaku.

 

"Pelaku mampu meyakinkan korbannya kalau dirinya dapat memberikan pekerjaan kepada korban, namun untuk bisa bekerja sesuai yang dijanjikan, korban harus membayar uang sebesar Rp. 5 juta," jelas pria kelahiran Bojonegoro.

 

Kasus ini terkuak setelah korban yang merasa tertipu melaporkan kejadian itu ke pihak berwenang. Bukti kwitansi pembayaran dari korban tertanggal 9 Agustus 2019 menjadi bukti kuat adanya modus abal-abal ini. Selain itu juga ada Modul pelatihan K3, buku operator pesawat angkat program PPSDm Migas, serta blangko pendaftaran. “pelaku terjerat pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara . (Afi).