Portaltuban.com
Selasa, 28 Mei 2019  12:12

Sempat Dituntut 6 Tahun, Hoksan Divonis Bebas

Sempat Dituntut 6 Tahun, Hoksan Divonis Bebas

Portaltuban.com - Terdakwa kasus dugaan kepemilikan sabu seberat 0,02 gram di vonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas IB Tuban, dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan vonis hakim, Senin (27/5). 

 

Hoksan divonis bebas lantaran terdakwa tidak terbukti memiliki sabu, sebagai mana yang dituduhkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri Tuban. Yakni memiliki, menyimpan, menguasai, menyediakan narkotika golongan I secara melawan hukum, saat sidang yang digelar sebelumnya. Sebelumnya JPU juga menuntut 6 tahun penjara terhadap terdakwa.

 

Penangkapan Hoksan terlalu dipaksakan oleh penyidik. Menurut Penasehat Hukum (PH) terdakwa Hoksan, Masrukin mengatakan, kasus kepemilikan sabu yang menjerat kilenya terlalu dipaksakan oleh penyidik kepolisian Polres Tuban. Pasalnya saat ditangkap kliennya tidak terbukti membawa atau mengkonsumsi sabu seperti yang dituduhkannya.

 

"Dari awal kami sudah meyakini bahwa terdakwa ini tidak memakai sabu. Kalau barang bukti sabu seberat 0,02 itu seberapa besarnya. Padahal untuk menjerat tersangka dengan pasal 112 UU 35 Tahun 2009 sabunya harus jelas," kata Masrukin, usai sidang digelar.

 

Kala penangkapan, terdakwa juga di tes urine. Bahkan untuk membuktikan bahwa terdakwa ini mengkonsumsi obat terlarang. Penyidik kepolisian setempat juga sempat melakukan tes urine kepada terdakwa. Namun hasilnya negatif. Saat ditimbang, lanjut Masrukin Barang Bukti (BB) yang dibawa ke Surabaya juga tidak ada sabu. Yang terlihat hanya bekasnya yang masih tersisa di kantong plastik klip.

 

"Tidak ada, dan tujuan cuman bekas saja mas. Kalau bekas apa cukup kuat untuk menjerat terdakwa, ini kan lucu sekali," katanya.

 

Dengan keyakinan dan tidak ada bukti yang memberatkan klienya,  Terdakwa sempat akan menuntut balik polisi. Usai vonis hakim dibacakan. Rencananya terdakwa yang saat ini masih mendekam di sel tahanan Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II B Tuban, akan dibawa pulang oleh penasehat hukum. "Karena memang terbukti tidak bersalah. Setelah vonis ini kita akan mengurus administrasi, kita jemput dan akan kami antar pulang," katanya. Usai divonis bebas HS juga berencana akan menuntut balik Polres Tuban, atas tuduhan salah tangkap.

 

 

 

Sementara itu Humas PN Donovan Akbar Kusuma Bhuwono mengatakan JPU tidak bisa membuktikan perkara yang disangkakan diantaranya

menyimpan, menguasai, menyediakan narkotika golongan I secara melawan hukum. "Intinya tidak bisa membuktikan materi keterlibatan terdakwa terkait kasus narkoba ini," katanya. Namun saat ditanya apakah JPU akan melakukan kasasi, Donovan mengaku JPU masih mikir-mikir. 

 

 

Seperti diketahui tersangka ditangkap anggota Satresnarkoba Polres Tuban di dalam rumahnya pada tanggal 26 Januari 2019. Dari hasil penangkapan, anggota mengamankan dua poket sabu seberat 0,02 gram, pipet kaca, dan bong atau alat hisap Sabu. Akibat perbuatannya, terdakwa terancam UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman 12 tahun. “Terdakwa juga sudah menjalani hukumannya selama lima bulan di Lapas Tuban," pungkas Donovan. (Afi).